Seiring peningkatan produksi yang cukup
signifikan sejak tahun lalu, para petani cabai harus mempunyai bekal
bagaimana cara mengolah hasil produksinya agar dapat disimpan lebih
lama.
Selain dapat memperpanjang umur simpan,
dengan proses pengolahan juga dapat meningkatkan nilai tambah cabai. Ada
berbagai cara pengolahan cabai yang bisa dilakukan. Salah satunya yaitu
mengolah cabai menjadi abon cabai.
“Abon cabai ini memang lagi populer
sekarang, tapi sayangnya abon cabai yang dijual di pasaran bahan bakunya
impor. Kita coba membuatnya bahan baku langsung didapatkan dari dalam
negeri,” kata peneliti olahan cabai dari BB Litbang Pascapanen,
Sunarmani.
Membuat abon cabai sangat sederhana.
Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah cabai rawit merah keriting, cabai
rawit, bawang putih, bawang merah, gula pasir, garam, ikan teri, dan
penyedap rasa.
“Untuk ikan teri dan penyedap rasa, ini
tergantung selera. Bisa pakai bisa juga tidak. Lalu perbandingan bawang,
bawang putih lebih banyak dibandingkan bawang merah. Jadi nanti aroma
abonnya lebih wangi,” ujar Sunarmani.
Yang perlu diperhatikan adalah cabai harus
dikeringkan dahulu. Cara mengeringkan cabai yang pertama kali dilakukan
adalah cabai dicuci bersih, lalu dibelah dan buang tangkainya. Khusus
cabai rawit, tidak perlu dibelah kemudian dikukus.
Cabai dikukus dengan suhu antara 82-83°C
selama 3-5 menit. Kemudian diangkat dan didinginkan. Setelah itu, taruh
di atas nampan dan keringkan. Proses pengeringannya 10 sampai 15 jam
dengan suhu 40-60°C.
Setelah cabai kering, digiling dengan menggunakan blender atau food processor. Haluskan bawang putih, bawang merah, gula, garam, dan penyedap rasa. Tumis bumbu dengan menggunakan sedikit minyak.
Tambahkan teri yang telah digoreng kering.
Setelah harum, masukkan bubuk cabai. Aduk-aduk sampai tercampur rata dan
kering. Setelah kering, angkat dan dinginkan. Simpan di dalam wadah
atau toples dan tutup rapat supaya produk tidak mudah rusak. (ega)
Sumber : http://www.litbang.pertanian.go.id

Komentar
Posting Komentar