Agribisnis jeruk sering dihadapkan pada
permasalahan yang lazim dirasakan oleh petani. Masalah tersebut antara
lain masa produksi yang lama dan masa panen bersamaan yang mengakibatkan
jatuhnya harga yang kurang menguntungkan bagi petani serta kualitas
buah yang kurang bagus.
Teknologi yang mampu memecahkan solusi bagi
masalah petani dalam membudidayakan jeruk adalah Teknologi Pembuahan
Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun yang dikenal dengan Bujangseta.
Bujangseta diharapkan mampu mengatasi permasalahan petani, konsep dari
bujangseta adalah produksi jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun (off
season) dan menghasilkan buah bermutu premium seragam, citarasa sesuai
pasar, kulit buah mulus dengan harga memadai.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk
teknologi bujangseta adalah Prunning atau pemangkasan, Pengaturan tajuk
atau kanopi dengan cara pemangkasan cabang atau ranting yang sakit,
cabang atau ranting yang tumbuh berseberang kedalam tajuk, cabang atau
ranting yang tumbuh dominan, ranting bekas tangkai buah. Tujuannya untuk
memacu pertumbuhan tanaman dimana tanaman akan tumbuh lebih sehat
karena akan memacu pertunasan vegetatif dan generatif lebih seimbang,
serta kelembaban dalam tajuk dapat dikurangi dan secara otomatis
penyakit akan lebih mudah dikendalikan.
Pemberian nutrisi organik berupa pupuk
kandang dan pupuk NPK majemuk yaitu kombinasi pemberian pupuk NPK
dalam bentuk padat dan pupuk NPK dalam bentuk cair. Tujuan pola
pemberian pupuk kondisi tanaman yang sehat yang mampu tumbuh dengan
baik, berbunga dan berbuah secara kontinu.
Pemberian penambahan pupuk kiserit (MgSO4)
dengan dosis pemberian 50 gr per 20 liter air per aplikasi dan
diberikan pada saat umur buah 15 dan 25 minggu setelah bunga mekar
bertujuan untuk meningkatkan kadar rasa manis buah disaat masak
fisiogis.
Upaya untuk mengendalikan penyakit
dititikberatkan pada penyakit burik kusam dengan model pengendalian
perpaduan antara monitoring dan interval pengendalian secara berkala.
Tujuannya siklus perkembangan dan serangan hama dan penyakit dapat dan
mudah dikendalikan sehingga diperoleh buah yang berkualitas
premium.(Ind)
Sumber : http://www.litbang.pertanian.go.id

Komentar
Posting Komentar