MEMBUAT DAN MEMANFAATKAN KASCING PUPUK ORGANIK BERKUALITAS


1.      Mengenal Kascing
Kascing adalah kotoran atau feses cacing tanah. Komposisi kimia kascing Eisenia foetida yang meliputi :
Unsur
Jumlah
Nitrogen (N)
0,63 %
Phosphor (P)
0,35 %
Kalium (K)
0,20 %
Kalsium (Ca)
0,23 %
Magnesium (Mg)
0,26 %
Natrium (Na)
0,07 %
Tembaga (Cu)
17,58%
Seng (Zn)
0,007%
Mangan (Mn)
0,003%
Besi (Fe)
0,079%
Boron (B)
0,21 %
Molibdenum (Mo)
14,48 %
KTK
35,80 meg / 100 gram
Kapasitas menyimpan air
41,23 %
Asam humus / humat
13,88 %
Sumber : Tri Mulat (2003)
Selain itu kascing mengandung banyak mikroba dan hormon perangsang pertumbuhan tanaman, seperti giberelin 2,75 %, sitokinin 1,05%, dan auksin 3,8%. Kale dkk telah melakukan pengujian terhadap tanaman cabai, membuktikan bahwa pupuk organik kascing mempunyai pengaruh lebih cepat dan pemakaiannya menjadi sedikit dibandingkan pupuk organik lainnya.

2.      Cara membuat Kascing
Cacing tanah yang digunakan adalah Lumbricus rubellus, jika tidak ada dapat menggunakan cacing tanah lokal yang ada di kebun, pekarangan, dan tumpukan sampah. Untuk pertumbuhan yang baik bagi cacing tanah, diperlukan pH media atau tempat tinggalnya antara 6,5 – 7,5, suhu 22 - 28° C, dan kelembaban media 40 – 60 %. Ketinggian atau kedalaman media mmaksimum 25 cm dan berada di tempat teduh atau tidak terkena sinarr matahari langsung.
A.    Persiapan
-          Sediakan 4 buah wadah plastik ukuran 45 x 35 x 15 cm dengan permukaan atas rata. Wadah bisa dari bahan lain yang lebih murah, misalnya bamboo atau kayu.
-          Lubangi bagian dasar dan samping wadah tersebut sebesar kelingking dengann jarak antar lubang sekitar 3 cm. lubang ini berfungsisebagai saluran pembuangan air agar tidak terjadi genangan dalam media.
-          Rapikan bagian-bagian yang telah dilubangi dan cuci wadah hingga bersih dengan air biasa tanpa menggunkan sabun.
-          Buat tempat vermicomposting 4 rak atau laci dengan bagian atas, bawah, kanan, kiri, dan belakang tertutup kawat ram ukuran terkecil dan bagian depan diberi pintu.
-          Beri pengamanan di keempat kaki rak untuk mencegah hama atau musuh cacing tanah berupa wadah yang berisi minyak tanah atau oli bekas.
B.     Pelaksanaan
-          Potong-potong atau cacah sampah yang telah disediakan dengan ukuran 2 – 3 cm, kemudian masukkan ke dalam wadah paling atas dan siram dengan air secukupnya hingga tetap basah dan lembab, tetapi jangan sampai sampah organiknya tergenang air. Penyiraman disarankan setiap hari sampai menjadi setengah matang (sekitar berumur 1 minggu).
-          Jika jumlah sampah banyak dan wadah nomor pertama telah penuh, dapat dipakai wadah nomor ke dua.
-          Tiga hari sekali sampah pada wadah nomor 1 atau 2 dibolak balik (akan lebih baik jika tiap hari sambil disiram) agar proses pengomposan awal berjalan sempurna.
-          Rak nomor 2 dan 3 berfungsi sebagai media siap pakai dari wadah nomor 1 dan siap ditanami cacing. Masukkkan cacing ke dalam media siap pakai yang berisi limbah rumah tangga yang telah dikomposkan selama 1 – 2 minggu. Berat cacing yang dipakai atau dimasukkan adalah 0,5 kg per 2 kg media siap pakai. Wadah nomor 2 atau 3 tersebut setiap harinya harus diberi diberi pakan dari sampah yang paling sedikit telah berumur 3 hari.
-          Beri pakan lebih kurang seberat cacing yang ditanam. Jika pakan tersebut masih tersisa atau masih terlihat sebagai pakan, kurangi pemeberian pakan, sehingga pakan benar-benar habis dimakan oleh cacing.
-          Pemberian pakan hanya dibagian atas tempat penanaman cacing tanah.
-          Seminggu sekali wadah yang berisi cacing tanah (rak nomor 2 atau 3) diaduk-aduk dengan tangan langsung atau kayu lunak. Hal ini sangat berguna untuk aerasi sehingga cacing tanah dapat berkembang optimal.
-          Setelah pengadukan, cacing tanah tidak diberi pakan karena masih stress, sehingga belum mau makan. Baru pada hari berikutnya cacing tanah diberi pakan.
-          Wadah yang berisi cacing tanah harus dijaga  kelembapannya (skitar 60 %). Jika terlalu kering, lakukan penyiraman bersamaan dengan pemberian pakan yang dibasahi. Demikian seterusnya.
-          Jika proses di atas berjalan dengan benar, dalam waktu sekitar sebulan, sampah akan berubah menjadi pupuk atau kascing.
-          Setelah berubah menjadi kascing disarankan cacing tidak diberi pakan dulu.
-          Wadah yang berisi kascing diletakkan di rak paling atas (nomor 1) dengan tidak diberi pakan dan tidak disiram. Maksudnya agar kokon atau telur cacing tanah menetas. Penetasan kokon – kokon tersebut beerlangsung sekitar 2 – 3 minggu.
-          Pemindahan cacing tanah muda atau kokon yang telah menetas dilakukan secara manual dengan tangan.
-          Kascing yang telah dipisahkan dari kokon atau cacing tanah muda diangin-anginkan sekitar semalaman, kemudian digunakan untuk memupuk tanaman.

3.      Komposisi Kascing
Sifat fisik kascing
Jenis Cacing
Jenis Pakan
Tekstur
Pasir (%)
Debu (%)
Liat (%)
WHC (%)
Pontoscolex corethhrurus
Jp
51,4
30,5
18,1
168,5
Kt
53,8
30,9
15,4
160,6
Kt + Jp
51,7
31,5
16,8
158,8
Pheretima capensis
Jp
63,4
20,5
16,1
152,5
Kt
65,3
22,8
11,9
145,7
Kt + Jp
64
22,0
14,0
150,2
Sumber : Darmi dan Rizwar (1988)
Keterangan :
WHC         :  Kapasitas / kemampuan menyimpan air
Kt              :  Kotoran Kerbau
Jp               :  Jerami Padi




Sifat kimia kascing
Jenis Cacing
Jenis Pakan
pH
C (%)
N (%)
Ca (Me/100 gr)
Mg (Me/100 gr)
Pontoscolex corethhrurus
Jp
5,67
3,02
0,21
8,70
6,93
Kt
5,65
5,43
0,32
9,91
6,30
Kt + Jp
5,34
3,00
0,25
4,92
4,52
Pheretima capensis
Jp
6,40
6,26
0,30
11,24
7,92
Kt
6,38
7,75
0,44
13,60
6,85
Kt + Jp
6,40
5,83
0,38
11,02
8,02
Sumber : Darmi dan Rizwar (1988)
Keterangan :
Kt              :  Kotoran Kerbau
Jp               :  Jerami Padi
Sifat fisik kompos yang baik adalah berwarna gelap, cokelat sampai kehitam-hitaman, tidak berbau busuk yang menandakan kompos telah matang, atau mempunyai struktur yang baik, yakni struktur remah, mudah buyar atau pecah jika dikepal.

4.      Kesimpulan
-          Kascing merupakan pupuk organic yang dibuat oleh cacing tanah dengan dengan bantuan mikroba pengurai bahan organik. Cacing tanah untuk pembuatan kompos / kascing jenisnya bermacam – macam. Cacing tanah yang dapat digunakan diantaranya cacing kebun Lumbricus rubellus, Eisenia fetida, Perionyx excavates, Pontoscolex corethrurus, Pheretima alexandri, dan Pheretima capensis.
-          Ciri keaslian pupuk organik kascing adalah mudah buyar atau pecah jika dikepal (kandungan berukuran pasing paling dominan, 50 -65 %), warna cokelat kehitaman hingga hitam, dan tidak berbau. Kandungan kimia pupuk organik kascing bervariasi, tergantung dari jenis cacing tanahnya, bahan asal / pakan cacing, dan umur kascing.
-          Pupuk organik kascing adalah pupuk yang murah karena dapat dibuat sendiri oleh petani.
-          Pupuk organik kascing dapat meyuburkan tanah, memperbaiki sifat fisik tanah, menekan penyakit tanaman, menambah mikroba yang berguna bagi akar tanaman, sehingga tanah sehat dan hasil tanaan meningkat.
-          Pengaruh kascing terhadap tanaman tergantung dari dosis, waktu pemakaian, jenis tanah, dan jenis tanaman.
-          Kualitas dan kuantitas kascing (jumlah) tanaman yang menggunakan pupuk organic kascing lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang menggunakan pupuk organic lain, sehingga kascing disebut pupuk organic plus.
-          Pemberian kascing pada tanaman sayur, tanaman pangan, dan tanaman hias dilakukan sebelum ditanam dan dicampur merata dengan tanah. Jika dikombinasikan dengan pupuk kimia, caranya adalah mencampur pupuk kimia ini dengan kascing dan tanah, kemudian mengaduknya hingga rata. Sementara itu, pada rumput, diberikan dengan cara disebar dari atas (top dressing).
-          Tanaman yang hanya diberi pupuk organik kascing hasilnya tidak kalah dengan dipupuk dengan puppuk kimia. Dengan demikian bisa dilakukan pertanian organic yang ramah  lingkungan.
-          Pemakaian pupuk organic kascing yang dikombinasikan dengan pupuk kimia dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia sampai 25% dari dosis pupuk kimia yang dianjurkan. Ini berarti dapat menghemat sumberdaya alam dan ekonomi.
-          Pupuk organik kascing aman digunakan karena kandungan logam beratnya sangat rendah.
Pupuk organik kascing dapat dibuat menjadi pupuk kascing cair, sehingga daya kerjanya lebih cepat dan praktis.

Penulis : ya"luqman Nurhakim
Sumber : buku "Membuat dan memanfaatkan Kascing.

Komentar