Pelatihan Pengolahan Kedelai di Kec.Tangaran

Pelatihan pengolahan diversifikasi kedelai terlaksana atas kerjasaman BPTP Kalimantan Barat, Dinas Kumindag Kabupaten Sambas dan BPP Tangaran. Kegiatan ini di laksanakan di Desa Simpang Empat Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas tanggal 8 Februari 2018 yang dihadiri Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Sambas, BPTP Kalimantan Barat, penyuluh dan wanita tani desa Simpang Empat, desa Pancur , desa Arung Madang, desa Arung parak serta desa Tangaran.

Kedelai merupakan komoditi pangan yang memiliki protein nabati yang sangat penting, baik karena kandungan gizinya, aman dikonsumsi maupun harganya yang relatif murah dibandingkan dengan protein hewani. Kedelai di Indonesia banyak dikonsumsi dalam bentuk pangan olahan seperti tahu, tempe, kecap, tauco, susu kedelai dan berbagai bentuk makanan ringan. Selain itu kedelai juga digunakan dalam bukan makanan seperti industri minyak cat, plastik dan lain-lain.
Kabupaten Sambas yang merupakan daerah sentra pengembangan kedelai di Kalimantan Barat dengan luas panen mencapai 1.029 Ha dan 345 Ha (33,53%) diantaranya berada di Kecamatan Tangaran. Harga kedelai yang cukup rendah hanya Rp. 4.000/kg – Rp. 5.000/kg membuat tanaman kedelai kurang diminati oleh para petani, dimana petani yang biasanya menanam kedelai mulai beralih ke tanaman kacang hijau yang memiliki harga tinggi di atas Rp. 8.000/kg. Untuk itu diversifikasi produk olahan kedelai diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah / nilai jual kedelai.
Produk olahan kedelai digolongkan menjadi 2 yaitu makanan non fermentasi dan fermentasi. Makanan non fermentasi dapat berupa hasil pengolahan tradisional dan modern. Produk olahan fermentasi hasil industri tradisional yang terkenal adalah kecap, tauco dan tempe, sedangkan produk non fermentasi hasil industri tradisional adalah tahu, air tahu dan kembang tahu. Pada kesempatan kali ini, pengolahan kedelai dilakukan yang non fermentasi berupa tahu, air tahu dan kembang tahu. Pelatihan pengolahan kedelai diawali dengan penjelasan pembuatan tahu, air tahu (susu kedelai) dan kembang tahu serta kecap instan oleh Bapak Eridansa, STp narasumber dari Dinas Kumindag Kabupaten Sambas mulai dari bahan, alat yang digunakan dan proses pembuatannya. Di sela-sela penjelasannya, dilakukan juga diskusi dengan peserta yang telah membuat tahu maupun air tahu sebagai bahan masukan dan perbandingan hasil olahan kedelai yang akan di hasilkan dari pelatihan ini. Setelah itu dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan tahu, air tahu dan kembang tahu serta kecap instan yang dikerjakan oleh peserta. Peserta begitu antusias.

Sumber : http://kalbar.litbang.pertanian.go.id

Komentar