Pontianak
merupakan salah satu daerah penghasil jeruk di Indonesia. Jeruk siam
dan keprok terigas merupakan salah satu jenis jeruk yang banyak
dihasilkan di pontinak. Sebagian besar jeruk ini dipasarkan dalam
kondisi segar sehingga penanganan pasca panen yang tepat diperlukan
untuk menjaga kualitas kesegaran jeruk hasil panen para petani. Dengan
menerapkan teknologi pasca panen hasil penelitian para peneliti BPTP
Kalimantan Barat ini diharapkan jeruk hasil panen para petani mempunyai
daya simpan lebih dari 15 hari.
Teknologi pasca panen yang dianjurkan adalah sebagai berikut :
1. Cara pemetikan.
Teknologi pasca panen yang dianjurkan adalah sebagai berikut :
1. Cara pemetikan.
Pemetikan
jeruk harus dilakukan dengan baik dan pada waktu yang tepat. Hal-hal
yang perlu diperhatikan pada saat pemetikan buah jeruk antara lain
adalah : 1) Jangan memetik jeruk sebelum embun pagi lenyap, 2) Tangkai
buah yang terlalu panjang harus dipotong dengan gunting yang tajam dan
disisakan sekitar 1 – 2 cm dari buah, 3) Usahakan agar buah jeruk tidak
jatuh agar daging buah dan kulitnya tidak rusak, 4) Pemetikan buah jeruk
pada pohon yang tinggi harus menggunakan tangga agar cabang dan ranting
tidak rusak. Maka setiap pemetik harus membawa keranjang atau kantong
yang dapat diikat pada leher, dan 5) Jangan memetik buah jeruk
dengan cara memanjat pohon, karena cara ini dapat merusak pohon (Lucki
Hartanti, 2004).
Cara
pemetikan dengan menyisakan tangkai buah sekitar 1-2 cm berdasarkan
hasil pengkajian baik untuk dilakukan karena dapat mengurangi respirasi
sehingga dapat memperpanjang umur daya simpan.
2. Cara Penyimpanan.
Penyimpanan
pada suhu rendah (10 C) yang disertai dengan pelapisan lilin
berdasarkan hasil kajian terbukti dapat menunda/memperlambat proses
kematangan buah, yang terlihat secara nyata dengan lambatnya penurunan
Susut Bobot, Diameter, Kadar Asam dan Vitamin C jika dibandingkan
dengan tanpa perlakuan palapisan lilin
3. Cara Pengemasan.
Pengemasan
Jeruk Siam Pontianak dan jeruk Keprok Terigas yang telah diberi lapisan
lilin kemudian dikemas dengan kantong plastik dan disimpan pada suhu
rendah berdasarkan hasil kajian terbukti dapat mempertahankan mutu dan
memperpanjang umur daya simpan lebih dari 15 hari.
Sumber : http://kalbar.litbang.pertanian.go.id
Sumber : http://kalbar.litbang.pertanian.go.id

Komentar
Posting Komentar