Penanaman benih dan penabur pupuk buatan
selama ini harus dikerjakan secara manual atau tugal (semi mekanis) yang
membutuhkan waktu, tenaga kerja, serta biaya yang banyak dan kapasitas
yang rendah. Penanaman secara mekanis merupakan cara yang lebih cepat
dan efisien.
Balitbangtan telah menemukan cara penanaman yang lebih cepat dan efisien, yaitu dengan Alat Penakar Benih dan Pupuk Buatan Sistem Putar Vertikal. Teknologi ini merupakan hasil penelitian dari Balai Besar Mekanisasi Pertanian yang sudah di patenkan dengan nomor paten: ID 0 000 791 S.
Alat penanam secara mekanis ini berfungsi sebagai penakar benih dan pupuk buatan yang meliputi: beberapa lubang penakar, yaitu lubang penakar benih padi, lubang penakar benih kedelai, dan lubang penakar benih jagung, serta lubang penakar pupuk buatan.
Lubang-lubang penakar ini berfungsi untuk mengambil benih atau pupuk buatan secara kontinyu sehingga hasil akhirnya merupakan penjatuhan benih atau pupuk buatan yang seragam atau hampir seragam dengan jumlah sesuai yang diinginkan.
Balitbangtan telah menemukan cara penanaman yang lebih cepat dan efisien, yaitu dengan Alat Penakar Benih dan Pupuk Buatan Sistem Putar Vertikal. Teknologi ini merupakan hasil penelitian dari Balai Besar Mekanisasi Pertanian yang sudah di patenkan dengan nomor paten: ID 0 000 791 S.
Alat penanam secara mekanis ini berfungsi sebagai penakar benih dan pupuk buatan yang meliputi: beberapa lubang penakar, yaitu lubang penakar benih padi, lubang penakar benih kedelai, dan lubang penakar benih jagung, serta lubang penakar pupuk buatan.
Lubang-lubang penakar ini berfungsi untuk mengambil benih atau pupuk buatan secara kontinyu sehingga hasil akhirnya merupakan penjatuhan benih atau pupuk buatan yang seragam atau hampir seragam dengan jumlah sesuai yang diinginkan.
Dengan putaran alat penakar maka akan
terjadi penjatuhan atau penebaran benih atau pupuk buatan dengan jarak
tertentu di tanah secara horizontal. Penakaran masing-masing benih atau
pupuk yang diinginkan dilakukan dengan menggeser posisi silinder penakar
yang sesuai untuk benih yang akan ditanam atau pupuk yang akan
ditaburkan.
Penjatuhan benih padi akan terjadi dengan
jarak horizontal sebesar 15-25 cm, penjatuhan benih kedelai terjadi di
tanah dengan jarak horizontal sebesar 20-30 cm, dan penjatuhan benih
jagung di tanah secara horizontal sebesar 40-50 cm, serta penjatuhan
pupuk buatan di atas tanah secara horizontal sebesar 40-50 cm. (mmb)
Sumber : http://www.litbang.pertanian.go.id

Komentar
Posting Komentar