Tempe adalah makanan tradisional Indonesia
yang banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak dan harganya yang
relatif murah. Harganya yang terjangkau menjadikan tempe sebagai makanan
yang diminati hampir oleh seluruh kalangan masyarakat. Makanan yang
juga terkenal di luar negeri ini ternyata sarat kandungan nutrisi
seperti protein nabati, antioksidan kalsium, vitamin B1 dan zat besi.
Bahan baku utama tempe adalah
kedelai. Para produsen tempe umumnya menggunakan kedelai impor untuk
pembuatan tempe. Kedelai impor menjadi pilihan karena memiliki ukuran
yang besar dan berwarna putih/bersih serta mudah diperoleh di pasar.
Sebagian besar kedelai impor yang ada
di Indonesia berasal dari Amerika Serikat yang notabene adalah kedelai
transgenik. Kedelai transgenik yang banyak ditanam di Amerika Serikat
adalah jenis Roundup Ready (RR) yang memiliki toleransi
terhadap herbisida glifosat. Kedelai ini dibuat dengan memasukkan gen
EPSPS yang menghasilkan enzim 5-enolpyrovylshikimate-3-phosphate. Enzim
ini resisten terhadap glifosat yang menjadi bahan herbisida. Sehingga,
penyemprotan herbisida akan membunuh gulma, namun kedelai akan tetap
hidup.
Apakah kedelai RR ini aman, kedelai RR telah dinyatakan aman lingkungan oleh USDA (United State Department of Agriculture). Artinya, kedelai ini aman untuk ditanam. Selain itu, kedelai RR juga sudah dinyatakan aman pangan dan pakan oleh FDA (Food and Drug Administration),
yang berarti kedelai ini aman untuk dikonsumsi oleh manusia dan ternak.
Sertifikasi aman ini tentu diberikan setelah dilakukan pengkajian
keamanan yang sangat hati-hati dan mendalam.
Dalam kajian keamanan tersebut,
protein EPSPS dievaluasi melalui berbagai uji laboratorium dan
dinyatakan aman untuk dikonsumsi karena kadarnya pada biji kedelai
sangat rendah, cepat dicerna dan tidak menimbulkan efek alergi serta
tidak bahaya bagi hewan ternak. Selain itu, EPSPS akan hancur apabila
dipanaskan pada suhu tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedelai
transgenik aman dan tidak berbahaya.(Tt)

Komentar
Posting Komentar