PERBEDAAN MOTOR BAKAR BENSIN DAN DIESEL


PERBEDAAN MOTOR BAKAR BENSIN DAN DIESEL
Oleh : Ya’luqman Nurhakim
Teknisi Litkayasa di BPTP Kalbar

Dalam bidang alat dan mesin pertanian sering kita mendengar istilah mesin bakar bensin atau yang menggunakan bahan bakar bensin dan mesin diesel yang mengunakan bahan bakar solar. Selain itu masih ada beberapa perbedaan antara motor bakar dan diesel. Kedua motor tersebut biasanya digunakan sebagai motor penggerak pada mini cultivator, mesin pompa, traktor roda 2, traktor roda 4, mesin panen, dan mesin perontok.
Motor bakar adalah motor penggerak mula yang pada prinsipnya adalah sebuah alat yang mengubah energi kimia menjadi energi panas dan diubah ke energi mekanis. Saat ini motor bakar masih menjadi pilihan utama untuk dijadikan sebagai penggerak mula. Karena itu, usaha untuk menciptakan motor bakar yang menghasilkan kemampuan tinggi terus diusahakan oleh manusia.



Motor bakar bensin yaitu motor bakar yang menggunakan bahan bakar bensin, parafin atau gas (bahan yang mudah terbakar dan mudah menguap). Campuran udara dan bahan bakar masuk ke dalam silinder dan dikompresikan oleh torak kepada tekanan sekitar 8-15 kg/cm2. Bahan bakar dinyalakan oleh sebuah loncatan bunga api listrik oleh busi dan terbakar cepat sekali di dalam udara kompresi tersebut. Kecepatan pembakaran melalui campuran bahan bakar udara biasanya 10 sampai 25 m/s. Suhu udara naik hingga 2000°-2500° C dan tekanannya mencapai 30-40 kg/m2.
Gambar 1. Proses pembakaran motor bensin




Motor bakar solar (diesel) yaitu motor bakar yang menggunakan bahan bakar yang lebih berat yakni minyak diesel (solar), proses pembakaran motor diesel berbeda prosesnya dengan proses pembakaran motor bensin, pada motor diesel diawali dengan udara bersih masuk melalui langkah isap, kemudian bahan bakar dimasukan pada silinder setelah udara dulu dimampatkan oleh piston. Setelah itu bahan bakar solar yang sudah berbentuk kabut diinjeksikan oleh injektor pada ruang silinder. Karena kabut bahan bakar mudah terbakar, maka pada ruang bakar terjadi pembakaran (dan dikompresikan oleh torak, tekanan naik hingga 30-50 kg/cm2, suhu udara naik hingga 700°-900o C, suhu udara kompresi terletak di atas suhu udara penyala bahan bakar. Bahan bakar disemprotkan ke dalam udara kompresi yang panas kemudian terbakar, tekanan naik sehingga mencapai 70-90 kg/cm2). Motor bakar diesel tidak menggunakan busi sebagai penyala bunga api.
Gambar 2 Proses pembakaran motor diesel.
Perbedaan motor bensin dan diesel
No
Bensin
Diesel (solar)
1
Proses kerjanya terjadi pada pembakaran explasi dengan volume tetap (Otto Cycle)
Proses kerjanya terjadi pada pembakaran dengan tekanan tetap (Diesel Cycle)
2
diperlukan campuran bensin dan udara yang dikompromid dan bunga api listrik (vonk) yang bersamaan dicetuskan.
diperlukan hanya udara yang dikompromid pada tekanan yang tinggi, bersamaan dengan itu disemprotkan bahan bakar (solar) dalam bentuk kabut, sehingga akan menghasilkan pembakaran.
3
Tekanan kompresi pada motor bensin maksimum 6 kg/cm2, karenanya tenaga yang dihasilkan motor bensin terbatas pada tenaga – tenaga yang kecil saja, sehingga penggunaannya juga terbatas pada kendaraan (mobil, sepeda motor dll).
Tekanan kompresi pada motor diesel tinggi, maksimum dapat mencapai 40 kg/cm2, karenanya tenaga yang dihasilkan cukup besar, dan penggunaannya menjadi multi purposes, seperti : tenaga penggerak kapal, pabrik – pabrik, perindustrian dan pelistrikan dsb.
4
Menggunkan busi
Tidak menggunakan busi
Sumber : dari berbagai sumber

Komentar